11

1165 Kata

Keesokan paginya …. Garda mengeliat masih dalam keadaan ke dua mata tertutup. Tangan kanannya mencoba untuk menraba sekitarnya untuk mencari sosok wanita yang selama ini dia cintai. Namun, Sisil tidak ada di sampingnya membuat Garda terlonjak kaget. “Sisil! Kamu di mana sayang?!” lelaki itu merangkak menuruni ranjangnya lalu dia memakai celananya dengan gerakan cepat. Napasnya terengah ketakutan saat tidak juga menemukan wanita yang semalam dia paksa untuk melayaninya demi ambisi yang sedari dulu tumbuh di dalam dirinya. Dia terdiam saat melihat meja bundar denganmakanan yang masih utuh di sana. Lalu dia berjalan kearah telepon untuk memberi tahu pihak hotel bahwa kamarnya ingin dibersihkan. Dia terduduk lemas di atas ranjang, Garda masih saja tidak merasa menyesal telah melakukan h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN