Bab 12 Fabian – Dua NamaSeindah kagum yang tak terucap Sebait tanya yang belum terjawab Tidak tahu bagaimana semesta berencana Pertemuan itu menjadi lega Untuk rindu yang tersimpan di dada Aku memang berencana Menuju daerah istimewa Untuk kembali mengharap jumpa Namun, perhitungan rencana Telah waktu tepis seketika Ketika hadirmu menjejaki Kota yang kini kupijaki Belum selesai kutulis apa yang terlintas di kepala, bunyi bel pintu rumah membuatku segera menutup buku dan beranjak menuju pintu. Sebentar lagi senja habis, siapa yang bertamu di waktu tidak tepat begini? Sungguh terlalu. Kusingkap sedikit, gorden berwarna abu-abu untuk dapat mengintip siapa yang datang menjelang petang ini. Aku mendecak ketika mengetahui siapa yang berdiri di luar pintu, laki-laki berjaket kulit wa

