Bab 14 Fabian – Menghadiri Undangan“Meski terlambat, seenggaknya masih ada kesempatan,” gumamku sambil memasuki rumah. Berulang kali k****a nama kontak baru yang belum lama tersimpan. Syafea, nama yang cantik memang. Mengingatnya membuat senyumku terbit, meski hanya samar karena tidak ingin terlihat gila. Tidak pernah kuduga, awal pertemuan singkat di pantai Yogyakarta, meski kami tidak saling kenal, membuat rasa tumbuh perlahan. Jujur, aku mengagumi Syafea walau belum tahu apa alasannya. Ah ... tidak. Rasa ini justru tumbuh terlalu cepat. Seperti Mc Laren F1, pemilik dapur pacu yang sangat tangguh. Perasaan itu tumbuh dengan top speed 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3,2 detik saja. Belum sempat mengirim pesan pada nomor yang tertera, meski telah terbuka laman menulis pesan, nama mama m

