Bab 15 Syafea – Jawaban dari TuhanSudah sekitar satu bulan sejak pertemuan terakhirku dengan Bian di Pantai Kenjeran. Masih jelas pula dalam ingatan, aku mengetikkan nomorku dengan benar saat Bian meminta. Namun, entah kenapa dia belum menghubungiku juga. Apakah dia baik-baik saja di sana? Kepalaku menengadah, membiarkan wajah diterpa angin dengan tidak ramah. Rasanya seperti ada sesuatu dalam diri ini yang salah. Jemariku tergerak untuk membuka halaman baru pada laptop di hadapan dan mengetikkan beberapa kalimat yang saat ini mengganggu pikiranku. Lagi-lagi, aku menyimpan semua katamu dalam ingatan. Baik tentang sebuah janji akan bertemu kembali, pun tentang menghubungiku segera. Apakah kamu masih mengingatnya? Atau hanya menganggap sekadar angin lalu saja? Aku tidak tahu, kesibukan a

