Bab 10 Fabian – Pemandu Hati“Terima kasih, Pak,” ucapku pada pengemudi perahu begitu semua sudah mendarat dengan selamat. Kerongkonganku terasa kering, sudah merindukan air untuk diteguk. Sebelum menyusul siswa dan orang tua, aku lebih dulu mengeluarkan botol minum untuk menghilangkan dahaga. Langkahku mendadak terhenti. Suara di depan sana mengganggu indra pendengaranku. Gadis itu, dengan salah seorang siswa yang berseragam tampak beradu geram. Ada apa gerangan? Caranya berbicara sangat tidak sopan. Santun pun tidak terlihat dari gestur tubuhnya. Apa semua remaja usia sekolah seperti ini semua? Jika iya, generasi sekarang sangat minim etika. Aku berdecak. Sungguh pemandangan yang tidak enak untuk dilihat. Aku tidak ingin terlibat karena terkesan ikut campur. Akan tetapi, ketika siswa

