BAB 24

2114 Kata

"Mas ... Mas ... bangun, kok tidur di sini?" tanya salah satu Satpam sembari mengguncang-guncang tubuh Ervin yang masih bersandar pada pintu apartemen Maura. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali hingga penglihatannya kembali normal. "Eh, maaf Pak. Iya sebentar lagi saya akan keluar." Satpam itu hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Ervin. Kepalanya terasa sangat pusing, otot-otot badannya juga terasa pegal, terutama pada tengkuknya. Ia melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya. "Masih jam enam pagi," gumamnya. Ervin bangkit dan membersihkan celananya yang kotor karena debu dan merapikan kemejanya yang sedikit kusut. "Ketuk nggak, ya?" ucapnya ragu. Ini terlalu pagi untuk membangunkan Maura, lagian Ervin tidak punya banyak waktu, ia harus menyelesaikan masalah ini dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN