Enam bulan kemudian ... Medan Kini Maura tinggal di sebuah kota yang cukup besar di Indonesia, ia memilih tinggal di kota Medan—kota yang terkenal dengan logat khas batak. Ia ingin melupakan semua tentang Ervin, namun bayang-bayang pria hyperseks itu masih jelas dibenaknya—selalu datang di setiap tidur malamnya. Ia memulai semuanya dari nol. Ia tinggal di sebuah kost wanita yang letaknya tidak jauh dari tempat ia bekerja, Maura berkerja sebagai koki masak di salah satu restoran makanan cepat saji. "Ra ... bengong mulu, entar dilihatin Bu Salma lho ...," sahut Kinan—sahabat baru Maura, selama ia tinggal di kota Medan. Kinan sudah sangat banyak mengetahui tentang apa yang sudah terjadi dengan Maura, semuanya sudah diceritakan Maura, meskipun ada beberapa masalah yang tidak harus dicerit

