BAB 20

1824 Kata

Setengah jam lebih Maura hanya melamun menatap langit-langit kamarnya, memikirkan sesuatu tentang ucapan Ervin waktu di danau siang tadi. Di dalam lubuk hatinya Maura sudah menerima kehadiran Ervin, namun masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, ia takut Ervin akan mengecewakannya sama seperti yang dilakukan Asraf kepadanya. Maura membolak-balikan tubuhnya, ke kanan-dan ke kiri, mencoba untuk memejamkan matanya agar bisa tertidur tetapi bayang-bayang Ervin masih memenuhi pikirannya. Perasaannya mendadak gelisah, bayangan keji itu—Ervin dan jalangnya. Maura tidak ingin Ervin kembali pada masa lalunya, dan Maura juga masih tidak mempercayai kalau Ervin sudah berubah total. Terlintas kembali bayang-bayang Ervin yang hobi mabuk, bercinta dengan segala jenis p*****r, sikap dinginnya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN