episode 10 rencana

1252 Kata
" Jawaban yang bagus liangfei,, racun itu bekerja hanya dalam beberapa menit setelah nya aku tidak bisa memastikan tapi kemungkinan sekitar 20 menit kamu bilang Ziiafeinan keluar dari gerbang istana dalam keadaan menangis dan ketakutan kesimpulan ku racun itu sudah membuat nya menjadi berhalusinasi berlebihan mungkin dia berhalusinasi didalam tubuhnya ada sesuatu yang bergerak gerak ditambah racun itu membuat pikiran orang menjadi kacau jadi Ziiafeinan terus berfikiran negatif pada tubuhnya " " Astaga Elizabeth! aku ingat saat di kuda dia terus menggerakkan tubuhnya seperti tidak nyaman hampir saja kami jatuh karena dia terus menggerakkan tubuh nya " " Yup benar! Aku rasa di kuda dia ingin mengatakan sesuatu padamu tapi kemungkinan besar dia malu karena dia tidak nyaman di bagian area yang tidak pantas di tunjukkan " " Jadi sebenarnya Elizabeth apa motif pelaku? apa jangan jangan itu musuh dari Ziiafeinan tapi mustahil setahu ku dia anak rumahan dan tidak mempunyai musuh teman nya saja sedikit bisa dihitung dengan jari " " Kalo soal itu lebih baik tidak membuat kesimpulan dulu kita belum punya data yang pasti... Besok aku akan berkunjung ke istana kamu bisa menemaniku liangfei? " Ajak Elizabeth padaku. " Ya tentu! Kamu benar-benar akan menyelesaikan kasus ini? " Tanyaku padanya. " mau tidak mau aku sudah berjanji menolong Ziiafeinan lagian Ziiafeinan sudah menjadi partner kerja ku sungguh rugi jika aku kehilangan dia " balas nya. Yah aku maklum kan saja sifatnya aku juga menyadari bahwa sifat dari Elizabeth ini sedikit manipulatif aku juga tidak akan rugi berteman dengan nya. Tetapi aku merasa bahwa dia juga memiliki niat terselubung yang lebih dalam dari kasus satu ini tapi aku tidak tau apa itu aku pasti akan mencari tau nya nanti,, setelah perbincangan yang panjang ini Elizabeth menyuruh ku untuk beristirahat karena kami berdua akan pergi pagi pagi sekali besok waktu juga sudah menunjukkan pukul 3 pagi aku kembali ke kamar ku dan beristirahat. Keesokan pagi nya aku bangun pagi pagi sekali sekitar pukul 6 pagi padahal aku baru tidur beberapa jam saja, itu karena aku sangat bersemangat menantikan perkembangan dalam kasus ini sampai sampai aku tidak terlalu nyenyak dalam tidur,, aku mandi terlebih dahulu setelah itu aku merapikan kamar ku. Aku keluar kamar dan yang kutemukan adalah tidak ada orang sepi sekali sepertinya mereka semua belum bangun tapi dimana Elizabeth. Astaga dia yang menyuruhku bangun pagi pagi tapi dia sendiri yang belum bangun. Aku pergi menuju kamar Elizabeth dan kudapati kamar nya yang tidak dikunci terledor sekali jika ada maling masuk dia dulu mungkin yang kena tumbal nya, dengan senang hati aku membuka jendela kamar nya selebar mungkin dan cara ku berhasil membangun kan nya sinar pagi menyilaukan mata nya. " Bangun Elizabeth! Kita harus pergi ke istana ckck! Kamu yang menyuruhku bangun pagi!! Bangun!! " Teriak ku di kuping nya. " Berisik liangfei!!! Aku dengar jam berapa sekarang? " " jam 6 pagi " " 6 ya... GAWAT LIANGFEI!! TELAT KITA TELAT!!! " " Hah? Telat jam segini telat? " " Jangan banyak tanya liangfei kita pergi sekarang! " " Hah? Hei kamu tidak mandi? " " Tidak ada waktu!! " "APA!! TIDAK MANDI DASAR JOROK CEPAT MANDI!!! ITU SALAH MU SENDIRI TIDAK BANGUN PAGI!! " ucap ku padanya sambil menggeret nya menuju kamar mandi. " aaaahhhh kita sudah telat liangfei lagian air nya dingin " " JANGAN BANYAK NGELUH CEPAT MANDI! " Jawabku. " Oke oke aku mandi liangfei~" balas nya. Setelah menggeret Elizabeth kebelakang aku pergi menyiapkan kuda dan bersiap siap sembari menunggu Elizabeth selesai mandi,, sepertinya kami akan pergi tanpa sarapan kakek Lee belum bangun yang artinya belum ada sarapan,, tidak masalah aku sudah terbiasa tidak makan pagi. " Ayo liangfei kita pergi.. jangan kaget aku mandi cepat lagian itu percuma karena kita akan bermain dengan kotoran nanti jadi tidak perlu bersih " komentar Elizabeth. " Untuk apa? " Tanyaku. " Tidak ada waktu bertanya nanti saja ayo! Kita berangkat waktu sudah mepet " balasnya. Aku pun melaju kan kereta kuda kami dengan cepat itu pun atas kehendak Elizabeth menurutnya kami sudah telat karena baru berangkat jam segini tapi menurutku malah kami kepagian berangkat jam segini entahlah apa yang di rencanakan Elizabeth sekarang,, Ditengah perjalanan aku sedikit berbincang mengenai racun itu padanya tapi itu berjalan dengan sangat singkat. " Elizabeth bagaimana kamu tau soal racun itu? " Tanyaku padanya. " Aku pernah berurusan dengan beberapa racun termasuk racun itu,, aku akan menjelaskannya nanti saat semuanya selesai fokus saja mengendarai kereta kuda ini " balas nya dengan dingin. Jika balasan nya dingin seperti ini lebih aku tidak menanyakan nya lagi, seperti nya aku tiba tiba menyerobot pikirannya yang membuat nya jengkel. Disepanjang jalan memang Elizabeth hanya diam dengan tatapan kosong tapi aku tau dia sedang memikirkan sesuatu karena terkadang dia bisa senyum dengan tiba tiba wajah nya juga bisa menjadi tegang dan serius. Apalah daya ku orang normal yang berpikiran praktis itu sebutan untuk diriku sendiri, selagi Elizabeth yang merenung dia di belakang,, sambil mengendarai kereta kuda aku menikmati keindahan pagi kabupaten Yun meskipun masih sepi orang yang berlalu-lalang dijalan. Keindahan alam seperti ini tidak bisa kudapatkan jika sudah didunia modern dulu keseharian ku banyak ku habiskan di kamp militer banyak misi yang harus aku jalanin salah satunya perang bukanlah hal yang indah melihat teman teman Ku satu per satu tumbang karena tembakan musuh dan banyak anggota tubuh mereka yang lepas dari tubuh nya, jika mengingat kejadian itu hari ini membuat aku menjadi mual jadi ku lupakan saja kejadian itu ku alihkan dengan pemandangan pagi yang indah ini. " Hentikan kudanya liangfei! " Teriak Elizabeth padaku. Aku tidak mengerti apa yang dia inginkan aku mengikuti saja perkataannya dan menghentikan kudanya. Perjalanan kami ke istana memang sudah dekat " tepikan kereta Kuda Liangfei aku akan memberi tahu rencana ku padamu ayo.... " Balas nya. Aku mengikuti lagi ucapannya dan menepikan kereta kuda kami ke tepi. " Cukup menepi disini saja Liangfei " tambah nya. " Jadi Elizabeth apa rencana mu? " Komentar ku padanya. " Aku butuh bantuan mu.. begini aku akan turun disini " " Apa turun disini yang benar saja kenapa? " " Biarkan aku selesaikan ucapan ku!.. selagi aku turun disini aku ingin kamu masuk ke istana sendiri dan berpura-pura lah mencari pangeran Yan Mei tanyai keadaan nya pokoknya ber basa basi.. tidak perlu khawatir aku sudah mengirimkan surat ke dia tadi subuh lewat pengawal yang sedang berjaga,, mungkin sudah dia terima aku bilang ke dia aku dan kamu akan berkunjung ke istana melihat keadaannya " jawab Elizabeth. " Kamu yakin dia akan menerima ku? " Tanyaku. " Aku yakin liangfei jangan khawatir dia anak yang baik tetapi tetap lah waspada apapun yang ada disekitar mu aku tidak ada disamping mu nanti, oh iya berikan giok cantik ini padanya pasti dia akan senang" " eh giok... Wah cantiknya baiklah.. tapi Bagaimana jika dia menanyai soal mu nanti? Jika aku masuk ke istana sendirian apa yang harus ku jawab? " " Aku sudah bilang ke dia aku akan telat dan teman ku akan datang terlebih dahulu yang aku maksud itu kamu yang akan datang terlebih dahulu menjenguknya,, aku akan telat tunggu saja aku datang tidak akan lama... Baiklah itu saja aku pergi dulu ingat perkataan ku tadi " ucap nya. Aku belum menanyakan apa yang akan dia lakukan nanti tapi dia sudah keburu pergi, mau gimana lagi karena aku sudah terlanjur ikut aku juga harus mengikuti rencana nya. Sejujurnya aku sedikit gugup masuk ke istana sendirian tapi aku masih bisa mengatasi nya aku kembali melanjutkan perjalanan ku lagi ke istana hanya tinggal beberapa meter lagi akan sampai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN