Tiba lah aku di gerbang istana seperti peraturan nya aku tidak boleh dibiarkan masuk begitu saja bukan hanya aku tetapi beberapa orang seperti para pedagang, pelayan luar, para penari, dan beberapa bangsawan lain nya. kami semua di cek satu persatu karena tidak ada yang mencurigakan di tubuh ku akhirnya penjaga membolehkan ku masuk, tiba nya aku di dalam aku disambut oleh dua pelayan wanita " apa anda tuan liangfei? " Tanya seorang pelayan padaku. " Ya saya liangfei " jawabku.
" Mohon ikut kami tuan liangfei pangeran kami yan Mei sudah menunggu di ruangannya " ucap salah satu pelayan aku mengikuti mereka dari belakang.
Benar ucapan Elizabeth pangeran Yan Mei ini orang yang baik meskipun umur nya yang masih mudah tetapi sikap nya sangat lah dewasa tidak seperti anak anak lain mungkin itu juga faktor karena dia bangsawan jadi pembawaan sedikit berbeda dari orang lain, meski begitu aku harus tetap bersikap waspada seperti ucapan Elizabeth tadi.
" selamat datang di ruangan ku tuan liangfei maaf aku tidak bisa menyambut mu dengan baik mari duduk... pelayan tolong bawakan minuman dan makanan kemari " ucap pangeran Yan Mei.
" Terimakasih pangeran Yan maaf aku merepotkan mu " jawabku.
" Tidak tidak! Kamu tidak merepotkan sungguh aku malah sangat senang kamu bisa kemari apalagi nona Elizabeth aku sungguh menanti kehadiran nya ah iya! Dia bilang akan telat kemari "
" Iya dia bilang dia harus mengurus sesuatu.. dia menitipkan giok ini untuk untuk mu " ucap ku sambil mengeluarkan kotak kecil dari saku.
" Astaga terimakasih indah sekali!! aku benar benar jadi tidak enak ke nona Elizabeth sampai harus menyiapkan ini untuk ku " jawab nya. Meski sikap nya terlihat dewasa dari luar tetapi saat aku memberikan hadiah kecil ini untuk nya terlihat lah sifat asli anak kecil nya. tidak ada anak di Dunia ini yang tidak menyukai hadiah dari orang yang di Kagumi nya itulah yang saat ini aku lihat dari sikap pangeran Yan Mei seperti nya dia sangat mengagumi Elizabeth.
Selagi kami berbincang bincang pandangan ku tidak berhenti menatap ke arah para penari dan pelayan itu mereka seperti sedang menyiapkan pesta jika dilihat dari dekorasi nya tapi yang benar saja pikirku baru saja kemarin keluarga kerjaan di serang habis habisan oleh penjahat tetapi sekarang mereka menyiapkan pesta untuk apa? Pangeran Yan Mei yang mengetahui aku terus menatap ke para pelayan dan penari itu tertawa
" kamu pasti bingung ya tuan liangfei kenapa ada acara pesta hari ini? " Komentarnya padaku.
" Maaf kelancangan ku pangeran aku tidak bermaksud " jawab ku padanya. Siapa sangka pangeran ini cukup jeli aku jadi merasa tidak enak
" Tidak apa aku maklumi Baru saja kemarin kami mengalami kejadia naas tapi sekarang kami membuat pesta itu pasti akan membuat mu bingung ha-ha-ha-ha... Hari ini kakaku pangeran long sedang berulang tahun ini memang sudah jadi tradisi turun-temurun merayakan ulang tahun setiap keluarga kerajaan " ucapnya.
" Ah jadi seperti itu ya " jawabku singkat. Segera aku mengganti topik dengan yang lain, karena aku tidak enak aku jadi mirip seperti orang yang kepo dengan urusan orang lain, perbincangan kami sangat lah menyenangkan hingga aku melupakan sudah berapa menit Elizabeth tidak kunjung datang aku mengintip jam analog ku dan ternyata aku sudah menghabiskan waktu berbincang selama 2 jam aku mulai khawatir Elizabeth tidak akan datang,, tetapi khawatir kan ku segera tertepis ketika aku mendengar suara langkah hak tinggi seorang wanita ya! Itu suara hak tinggi Elizabeth hanya dia yang memakai sepatu seperti itu.
" Maaf semuanya aku membuat kalian menunggu terlalu lama " sahut Elizabeth dari kejauhan.
" Nona Elizabeth!! " Ucap pangeran Yan. Rasanya Aku ingin tertawa,, saat mendengar suara dari Elizabeth pangeran Yan langsung berdiri menuju arah Elizabeth tetapi baju nya tersangkut di kursi sikap pangeran Yan mengingat kan ku seperti murid yang bertemu guru nya setelah bertahun tahun lamanya agak lucu tapi memang seperti itu.
" Sekali lagi maaf aku membuat mu menunggu lama pangeran Yan,, bagiamana kondisi mu? " Tanya Elizabeth.
" Tidak apa,, kondisi sudah cukup membaik tabib istana bilang hanya cukup banyak beristirahat kondisi ku akan kembali seperti semula " jawab nya.
" Astaga! Liangfei! Kita patut dihukum maaf kan kami pangeran Yan kami mengganggu waktu pemulihan mu " ujar Elizabeth dengan membungkuk di ikuti oleh ku juga dari belakang aku merasa Elizabeth sedang menggoda pangeran kecil satu ini. Betapa panik nya dia saat kami berdua meminta maaf sambil membungkuk.
" Ya Tuhan tidak tidak! Maksud ku tidak seperti itu ayo bangun astaga aku jadi merasa bersalah " ucap nya. Aku dan Elizabeth saling menatap dan tertawa kecil. Setelah itu kami bertiga saling berbincang di sela perbincangan pangeran Yan mengajak kami untuk berkeliling istana tawaran yang menggiurkan bagi ku terutama Elizabeth yang seperti nya sudah menanti.