episode 12 undangan

1065 Kata
Kami berjalan bersama di iringi 3 pelayanan di belakang kami, pangeran Yan mengajak kami ke aula istana tempat terjadinya pesta nanti malam. betapa megahnya aula itu aku benar benar takjub dengan kemegahan nya banyak sekali pelayan berlalu lalang yang sibuk menyiapkan pesta megah ulang tahun untuk pangeran long,, tatapan ku terhenti di singgasana raja dan ratu singgasana yang begitu besar dan megah dikeliling batu permata diatas nya. " Ssttt liangfei jika kamu ingin kaya dengan instan jual lah singgasana itu,, singgasana nya terbuat dari emas loh kamu akan kaya sampai 7 turunan " ledek Elizabeth padaku. Sontak aku terdiam aku mengamati kembali singgasana nya dengan lebih teliti dan benar itu terbuat dari emas kalo aku berhasil menjual nya omongan Elizabeth pasti terjadi " Sudahlah berhenti menatap nya liangfei kamu akan gila harta nanti,, ayo jangan membuat pangeran Yan menunggu " komentar Elizabeth. Ucapan nya benar Pikiran jahat ku sudah mulai muncul ku putuskan berhenti menatap singgasana itu dan berjalan mengikuti nya Kami terus diajak berkeliling ke aula istana aula itu benar benar besar sampai-sampai kaki ku pegel sendiri, Saat kami asyik berkeliling dari samping datang lah sang ratu yang membuat aku dan pangeran Yan terkejut. " Salam ibunda semoga panjang umur dan sehat selalu" sapa pangeran Yan. sambil memberikan hormat nya aku mengikuti nya dengan memberikan hormat ku juga diikuti juga dengan Elizabeth dibelakang. " Terimakasih semoga tuhan juga menyertai kalian... dan Kalian berdua ini? " Ujar ratu menatap ku dan Elizabeth, Dengan sigap aku memperkenalkan diriku dan Elizabeth Kepada ratu. " Ah kalian berdua! Kita bertemu lagi ya nona Elizabeth, tuan liangfei Terimakasih atas jasa kalian berdua waktu itu sungguh jika tidak ada kalian kemarin tidak tau bagaimana nasib keluarga kerajaan terutama pangeran Yan pangeran kecil kami " ucap sang ratu. " tidak perlu berterimakasih ratu sungguh kewajiban kami menolong kalian keluarga kerjaan kalian sudah banyak membantu kami para rakyat " jawab Elizabeth. " Jangan seperti itu nona Elizabeth jika tidak ada kamu aku pasti sudah mati hari itu dan keluarga ku juga pasti akan dihabisi jika tuan liangfei tidak memanggil bantuan " sahut pangeran Yan. " Benar kami berhutang Budi dengan kalian pintu kerajaan kami akan selalu terbuka untuk kalian " ucap sang ratu dengan tersenyum. Ucapan nya membuat aku jadi terharu betapa baik nya mereka siapa yang tega menyakiti keluarga yang baik ini yang sudah banyak berkontribusi untuk rakyat sungguh mereka akan terkena karma. Seperti nya ratu menyukai kami dia mengajak aku dan Elizabeth ke tempat nya untuk melihat pemandangan disana tentu aku tidak menolak nya kapan lagi ke istana bagus secara eksklusif diundang oleh ratu. singkat saja kami ber empat bersama dengan pangeran Yan seharian mengobrol bersama dengan ratu hari yang sangat indah bagi ku terutama ketika ratu mengundang kami keacara ulang tahun putra nya, aku, pangeran Yan dan ratu berbincang dengan tertawa, tapi tidak dengan Elizabeth dia lebih banyak merenung daripada mengikuti perbincangan kami tidak tau apa yang sedang dia pikirkan hanya sesekali dia berbicara dan tertawa. tidak terasa hari sudah sore aku dan Elizabeth pamit pulang dan akan kembali nanti malam. " Kalian berdua pokoknya harus datang ya! Ratu sudah mengundang kalian secara pribadi ssttt... Biar kuberi tahu kalian orang kedua yang di undang nya secara pribadi jadi jangan sampai tidak datang! " Ucap pangeran Yan. aku tertawa melihat tingkah nya yang padahal dialah yang paling mengharapkan kami datang. " Baiklah pangeran ku kami akan datang tepat waktu nanti malam kami pamit dulu " goda Elizabeth padanya. Dikereta aku benar-benar tidak bisa berhenti tertawa melihat wajah pangeran Yan yang memerah karena godaan Elizabeth anak yang sangat polos.Ku hentikan tertawa ku dan menanyakan Elizabeth apa yang dia lakukan tadi selesai turun dari kereta dan kenapa lama sekali dia datang tidak sesuai dengan ucapannya yang bilang hanya telat 15 menit, tidak ada jawaban dari dia dari belakang,, aku menghentikan kereta kudaku dan menengok ke arah belakang dan ternyata dia tertidur hal apa yang dia lakukan sampai tertidur pulas begitu aku tidak ingin menganggu nya jadi aku melanjutkan perjalanan pulang kembali. Beberapa jam kemudian kami pun sampai di kediaman Fei, aku ingin membangun kan nya tetapi Elizabeth sudah bangun terlebih dahulu baguslah. " maaf aku tertidur di kereta kuda liangfei.. sungguh hari ini sangat melelahkan lihat baju ku " ucapannya sambil menunjukkan baju double nya yang sangat kotor. " Kotor sekali! Kamu bermain tanah? " Tanyaku. " Bukan tanah ini lumpur yang mengering sudah kubilang aku akan bermain kotoran hari ini seharusnya aku mengajak kamu tadi.. tapi sepertinya kamu sedang asyik mengobrol ya " " eh? Kenapa kamu bisa tau! Memang nya kamu dimana waktu itu? " " secret.. aku beritahu nanti malam tidurlah selama setengah jam liangfei matamu sudah lelah " jawab nya. Elizabeth pergi ke kamar nya dan meninggal kan aku di depan gerbang rumah. " Liangfei kamu dan Elizabeth pergi kemana saja? " Tanya nenek. Nenek menghampiri ku dengan dipapah oleh pelayan nya Aku lupa memberi tahu orang rumah kalau aku dan Elizabeth akan pergi keluar. " Nenek penyakit mu kambuh lagi,, jangan banyak bergerak nek ayo aku hantar ke kamar " ucapku. " Kalian berdua pergi pagi pagi buta tanpa memberi tahu kami benar benar membuat orang khawatir.. kalian juga pergi tanpa sarapan kan? Jangan seperti itu lagi kamu punya penyakit serius liangfei tabib bilang kamu tidak boleh meninggalkan sarapan pagi mengerti? Jangan di ulangi lagi " " Iya nek maaf janji aku tidak akan mengulanginya " jawab ku. Aku memaklumi nenek yang memarahi ku aku tau dia khawatir padaku karena aku mempunyai penyakit maag yang cukup parah. karena aku juga sudah lelah aku dengan cepat membantu memapah nenek ke kamar nya setelah itu aku kembali ke kamar ku aku lupa menanyai soal kondisi Ziiafeinan tapi sudahlah nanti saja aku langsung menjatuhkan badan ku ke kasur dan perlahan-lahan mata ku pun mulai tertutup. Malam pun tiba aku dibangunkan oleh Elizabeth kami harus bersiap karena pesta nya akan dimulai. "Pakai ini liangfei pangeran Yan tadi mengirimi kita baju... Aku beri waktu 15 menit untuk bersiap " ujarnya. Nyawaku belum terkumpul aku hanya mengangguk dan pergi bersiap. Selesai bersiap aku dapati Elizabeth yang sudah ada didepan bersama kakek dan nenek " Elizabeth berikan salam kami ke raja dan ratu di istana nanti kamu harus jaga diri " ucap kakek khawatir " berhati-hati lah dijalan jika terjadi suatu nanti jangan lupa kabari kami" ucap nenek. " Aku mengerti kakek nenek tidak perlu khawatir " balas Elizabeth menenangi kedua orang tua itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN