Pembicaraan kami terhenti saat kereta kuda milik istana menjemput kami aku kira kami berdua akan berangkat sendiri menggunakan kereta kuda kami, tapi Betapa terkejutnya aku saat aku ingin naik didalam kereta ada pangeran perang Lee " Ahah! Jadi pangeran perang Lee kamu jauh jauh untuk menjemput kami? Aduh aku sangat terharu " ejek Elizabeth, Anak ini mencoba mencari masalah lagi dengan cepat aku mencubit pelan tangan nya menyuruh nya diam.
" Berisik naik lah kalian berdua ada hal pribadi yang aku ingin tanyakan " balas pangeran Lee dengan dingin, kami berdua pun naik ke kereta kuda. Seketika atmosfer menjadi berubah aku duduk di antara kedua orang ini aku tidak berbohong betapa mengerikannya mereka berdua saling menatap satu sama lain.
" Jadi mata mata mu sudah memberi tahu ya " jawab Elizabeth dengan acuh. Mata mata apa Yang dimaksud Elizabeth aku tidak mengerti.
" heh kau sudah tau... Sepertinya aku tidak boleh meremehkan mu ya " balas pangeran Lee dengan nada mengejek.
" Kuharap begitu.. apa yang ingin kamu tanyakan? "
" Kudengar dari pengawal ku cucu perempuan dari kakek TiuFei terkena racun saat di istana "
" Ya.. tabib sudah memberikan penawar nya "
" Mustahil!! Tidak mungkin racun itu punya penawar nya " ucap pangeran lee kaget.
" tidak ada yang mustahil...Apa yang kamu sembunyikan "
" a..ak.aku tidak menyembunyikan apa pun! "
" Terserah.. kamu tidak akan pernah mengetahui penawar nya jika kamu menyembunyikannya sesuatu dari ku " komentar Elizabeth mengancam. Pangeran Lee yang mendengar itu seketika terdiam siapa sangka seorang pangeran perang yang terkenal bisa di ancam dengan mudah oleh Elizabeth hanya dalam beberapa kata. Diantara percakapan mereka aku hanya diam mendengarkan tidak memberikan komentar satu pun
Di sebelah ku, aku melihat raut wajah pangeran Lee yang memerah seperti nya dia ingin marah, dan di sebelah ku lagi ku lihat Elizabeth yang acuh mengabaikan nya. Benar benar buruk duduk diantara keduanya setelah pembicaraan Yang singkat itu ke duanya diam ditengah perjalanan aku merasakan keheningan yang mencekam, aku mencoba mencair kan suasana dan alhasil aku disuruh diam oleh Elizabeth.
Tidak berapa lama Kami pun sampai di istana banyak sekali bangsawan yang datang mengantri untuk masuk mereka satu per satu di cek oleh penjaga, tapi tidak dengan kami karena kami bersama pangeran Lee kami langsung saja di bolehkan masuk ke istana,, aku turun terlebih dahulu dan kemudian membantu Elizabeth untuk turun karena gaun nya yang terlalu ribet membuat dia susah bergerak bebas.
" Tunggu nona Elizabeth! aku akan memberi tahu sesuatu padamu " ucap pangeran Lee secara tiba tiba.
" Ya tapi aku tidak akan pergi tanpa temanku ini pangeran " balas Elizabeth.
" Apa dia bisa dipercaya? "
" Kalo kamu tidak percaya dengan dia, artinya kami juga tidak percaya dengan ku " jawab Elizabeth menunjuk ke arah ku. Yah aku sedikit terharu dengan ucapan nya Elizabeth sudah sangat percaya padaku malah sebaliknya aku yang terkadang meragukan nya.
" Baiklah... Mari kita ke ruangan ku " ajak pangeran Lee. Kami mengikuti nya dari belakang. Pangeran Lee mengajak kami ke belakang istana di sana terdapat sebuah rumah kecil seperti sebuah pondok kami masuk ke rumah kecil itu, siapa sangka rumah kecil itu terdapat jalan tersembunyi yang tertutup sebuah lukisan perempuan yang sangat cantik.
" Elizabeth.... i..ini " ujarku khawatir. Kami masuk ke sebuah terowongan yang sangat gelap hanya pencahayaan dari lilin kecil yang dibawa pangeran Lee yang menerangi perjalanan kami.
" Jangan takut liangfei aku disini... Tetap lah dibelakang ku " balas Elizabeth. Aku memegang tangan nya. Tangannya hangat sekali padahal udara sedang dingin, perlahan kekhwatiran ku mulai menghilang.
Setelah kami melewati terowongan gelap itu sampai lah kami di sebuah ruangan yang pencahayaan cukup terang, ada sebuah ranjang di tengah tengah ruangan itu dan ada sesosok wanita yang terbaring di ranjang itu adalah wanita yang ada di lukisan tadi.
" kenapa kamu membawa kami kemari siapa wanita itu? " Tanya Elizabeth.
" Maaf tapi racun itu berhubungan dengan dia... Dia tunangan ku... Dia juga terkena racun yang sama dengan nona Ziiafeinan aku mohon pada kalian berikan penawar nya " ujar pangeran Lee. Dia menjatuhkan dirinya ketanah ke kaki Elizabeth, Aku langsung memapah nya untuk berdiri tidak pantas seorang pangeran bersujud memohon ke pada orang biasa seperti kami pikirku.
" Boleh aku mendekati nya? " Tanya Elizabeth.
" Ya! Tentu saja silahkan dia sedang tidur tabib memberikan obat tidur untuk nya, hanya obat itu yang bisa kami andalkan dia terus meraung ingin membunuh dirinya " ucap pangeran dengan lesu.
" Tabib istana? " Tanya Elizabeth. Dia melakukan prosedur otopsi seperti yang aku lihat Kepada Ziiafeinan.
" Tidak tabib pribadi ku sendiri " ujar pangeran. Elizabeth melakukan prosedur seperti otopsi itu cukup lama sekitar 15 menitan.
" Baiklah cukup sampai disini saja... Kusarankan pangeran kalo kamu masih mencintainya hentikan memberikan dia obat tidur itu dapat membuat nya mati lebih awal "
" Elizabeth!! " Teriak ku. Dia mengatakan hal yang tidak pantas di depan orang yang bersedih wanita itu jelas masih hidup.
" Nona kenapa kamu mengatakan hal kejam seperti itu! Dia masih hidup!! " Sahut pangeran Lee dia sama hal nya dengan ku yang jengkel dengan perkataan Elizabeth.
Saat kami sedang terbakar emosi, dari arah lain datanglah seorang lelaki tua itu tabib pribadi pangeran Lee. ia terkejut karena kedatangan kami berdua " apa apaan ini pangeran!! bukankah aku sudah bilang jangan ada orang yang menemui nona Mulan! " ucap tabib itu dengan marah.
" Maafkan aku tabib bukan seperti itu kedua orang ini mempunyai penawar yang kita butuhkan " balas pangeran.
" Apa!! Tidak mungkin itu percuma saja! "
" Percuma apa tabib? Oh iya perkenalkan namaku Elizabeth dan ini liangfei " sapa Elizabeth.
" Sudahlah kalian bocah ingusan mana mengerti masalah kami! " Komentar tabib jengkel
" Aku mengerti..jadi sampai kapan kamu menyembunyikan rahasia ini dari pangeran lee.. apa aku saja yang memberi tahunya tabib?.."
" Ka... kau.. bocah! Aku tidak menyembunyikan apapun jangan coba coba memprovokasi kami "
" Rahasia?? Rahasia apa!! Tabib!! Kau menyembunyikan sesuatu dari ku!! Cari mati! "
" Bu..bu.bukan begitu pangeran tolong jangan marah... Ya aku memang menyembunyikan sesuatu dari mu tapi percayalah ini aku tidak ingin kamu bersedih pangeran " ucap sang tabib dengan menangis.
" Beritahu aku apa!! "
" Tenangkan dirimu! Teriakan mu bisa membangunkan istrimu "
" Maaf nona Elizabeth aku hanya tidak habis pikir orang ini sudah aku percaya dia malah menghianati ku.. "
" Aku tidak menghianati mu pangeran!! tolong percaya padaku... Nona Elizabeth tolong percayalah aku tidak bermaksud menghianati nya "
" Aku percaya kamu pasti mempunyai kesulitan tersendiri, sudah jangan bertele-tele beritahu saja apa yang kamu sembunyikan ke pangeran Lee "
" Baik baik nona Elizabeth.... Sebenarnya pangeran nona Mulan sudah tidak bisa diselamatkan racun nya sudah menyebar terlalu lama dan membeku ditubuhnya,, jika bisa diselamatkan maka umur nya juga tidak akan lama " ucap sang tabib. Seketika Mendengar perkataan itu pangeran Lee terdiam lemas dia menjatuhkan dirinya ke kursi menahan tangis nya. Pangeran perang yang waktu itu aku lihat sekarang berubah menjadi sesosok manusia biasa yang tidak jauh dengan kesedihan.
" Elizabeth apa kamu bisa menyelamatkan nya? " Tanyaku pelan.
" Aku bukan tuhan maupun dewa liangfei... Tapi untuk saat ini aku bisa membuat nya bangun dan melihat dunia sementara " jawab nya. Pangeran Lee yang mendengar percakapan ku dengan Elizabeth langsung berdiri dan sekali lagi memohon kepada Elizabeth untuk menyelamatkan istrinya.
" Kamu terus memohon di kaki ku lama lama kamu akan kehabisan harga diri didepan ku pangeran "
" Aku tidak peduli nona Elizabeth!! kumohon tolong istriku... Tidak apa jika hanya sementara tapi biarkan dia melihat ku lagi aku ingin menghabiskan waktu bersama nya " pinta pangeran dengan memelas.