episode 14 pesta dan pelaku

1195 Kata
" kita kehabisan waktu liangfei seperti nya acara nya mau dimulai ya... Aku tidak tau kapan istrimu akan bangun pangeran tapi mungkin besok atau nanti malam itupun jika tubuh nya kuat dan kamu tabib hentikan memberikan obat tidur untuk nya cukup berikan minuman air hangat... " Ujar Elizabeth sembari berjalan pergi dari ruangan itu. " Oh iya pangeran kamu belum menceritakan kejadian racun nona Mulan ceritakan nanti saat acara selesai " tambah nya. Aku pun segara berpamitan dengan pangeran dan tabib dan menyusul Elizabeth yang sudah berjalan menjauh. Saat kami keluar dari rumah kecil itu kami berpapasan dengan pangeran Yan, raja, ratu dan para pengawal nya yang ingin menghadiri pesta di aula istana itu benar benar membuat ku gugup, raja dan ratu bertanya mengapa kami berdua di sini bukan nya di aula istana aku tidak tau apa yang harus kami berdua jawab untungnya pangeran Lee segera keluar dan menjelaskan alasan kami berdua kemari, baiklah aku singkat saja kami lolos dari kejadian waktu itu. Dan kami semua berjalan bersama ke aula istana. Para bangsawan kerajaan sudah ada disana termasuk para pangeran yang lain aku tidak tau ternyata anak raja sebanyak ini ada 11 orang itu belum termasuk para selirnya yang ada 19 orang, saat kami masuk ke aula semua orang berdiri menatap dan memberikan hormat bukan pada kami berdua tapi kepada raja dan ratu karena kami ada disampingnya jadi ku anggap mereka memberikan hormat pada ku juga. " Ramai sekali " komentar ku. " raja dan ratu duduk di singgasana nya dan menyapa seluruh orang yang ada di aula " Hadirin semua selamat datang di acara ulang tahun anak ku tersayang pangeran Zhuan long,, aku sungguh bahagia anak ku sudah menginjak umur yang dewasa kuharap dihari bahagia ini tidak akan ada masalah seperti kemarin... Anakku Zhuan long ayahanda berdoa semoga kamu selalu dilindungi oleh tuhan dan berumur panjang " ucap sang raja di depan para bangsawan. " Terimakasih ayahanda tolong jangan bersedih tuhan pasti akan selalu menjaga kita " balas pangeran long. " Anakku doa ibunda akan selalu bersama mu " tambah sang ratu " Terimakasih Ibunda ratu " Setelah pindato itu kami semua menikmati pesta aku dan Elizabeth duduk bersama pangeran Yan. Tapi percakapan kami tidak bertahan lama para pangeran dan bangsawan yang lain datang mengerubungi kami tepat nya bukan aku dan pangeran Yan tapi lebih ke Elizabeth memang hari ini Elizabeth lebih cantik dari biasanya. Aku benar benar sesak berada di tengah-tengah mereka aku keluar dari kerumunan itu dan berjalan mendekati pangeran Lee kulihat dia lesu dan tidak bersemangat. " Pangeran Lee kenapa kamu disini? " Tanyaku padanya. " Kamu pasti tau apa yang aku pikirkan sekarang tuan liangfei aku tidak ada semangat untuk merayakan pesta " " maaf jika perkataan ku sedikit lancang tapi alangkah baik nya jika kamu tidak bersikap seperti itu bagaimana pun juga kamu harus gembira istrimu akan melihat mu lagi " " Ya seharusnya...tapi hanya sementara " " Tidak lah buruk daripada tidak sama sekali... Kita ini manusia kita akan mati suatu saat nanti disaat itu kita akan bertemu lagi dengan orang orang tersayang kita disana tuhan itu maha adil " " Ha-ha-ha tuan liangfei Kamu seperti sedang menghibur anak kecil.. tapi ucapan benar aku tidak sepantasnya bersikap seperti ini terimakasih " " Ahaha.. sama sama " " ini pertemuan kedua kita ya lebih baik dibandingkan pertemuan awal kita " ujar nya tertawa. Aku ingat pertemuan awal kami yang menegangkan. " Dan siapa sangka orang yang membuat ku muak ujung ujungnya orang itu yang membantu ku " tambah nya sambil menatap ke arah Elizabeth aku tau yang dia maksud Elizabeth. Aku juga melihat ke arah Elizabeth sepertinya dia sangat menikmati orang orang yang berkerumun di sekelilingnya. Tapi di sela sela itu aku melihat salah satu pangeran yang bersikap aneh di kerumunan itu dia seperti tidak nyaman dengan dirinya aku tidak tau orang lain melihat nya atau tidak atau hanya aku saja, Aku mengikuti kata Elizabeth untuk terus waspada dan melakukan pengamatan. Pangeran itu perlahan menjauh dari kerumunan aku terus mengamati nya dan dia juga perlahan pergi meninggalkan aula istana. Ternyata bukan aku saja Elizabeth juga melihat nya dan apa yang dilakukan Elizabeth dia juga pergi dari kerumunan saat orang disekelilingnya lengah Elizabeth mengejar pangeran itu, Aku menaruh gelas dan piring ku dan ikut mengejar Elizabeth, Elizabeth cepat sekali larinya membuat nafas ku terengah-engah,, Sampai lah kami disebuah terowongan aku tidak tau dimana itu. " Liangfei bagus kamu disini! kemarilah ssttt.. pelan kan langkah kakimu.... sebaiknya kita jangan lewat situ aku tau jalan yang aman ayo " ajak Elizabeth. Aku benar benar bingung saat itu apa yang ingin di lakukan Elizabeth,, ada 3 terowongan saat itu yang pasti menuju suatu tempat,, pangeran asing itu lewat terowongan sebelah kanan, aku dan Elizabeth lewat terowongan sebelah kiri. " Elizabeth kita akan kemana? " tanyaku padanya. Dia menyuruh ku untuk tetap diam. kami berjalan di terowongan itu tanpa pencahayaan sama sekali aku dituntun oleh Elizabeth yang ada di depan, Elizabeth sepertinya sudah mengenal jalan ini dengan mudah dia bisa melewati nya,, Akhirnya ada pencahayaan aku bisa melihat kami berada di sebuah gudang kecil yang kotor. Elizabeth menarik tangan ku dan kami berdua bersembunyi di balik sebuah lemari yang besar. Aku melihat raut wajah Elizabeth yang tegang dia seperti sedang menunggu sesuatu. " Liangfei setelah ini akan terjadi adegan berbahaya aku punya pistol di kaki ku ambilah... Bagus ada peluru 2 didalamnya kokang pistol Nya tetap dibelakang ku jangan pernah maju kedepan atau kesamping mengerti! " ucap Elizabeth dengan pelan. Aku hanya mengangguk pelan mengikuti kata nya. Dan tiba tiba--- " sekarang liangfei!!! Tembakan pistol itu keatas kendi cepat!! " Teriak Elizabeth. Dengan cepat aku pun menembakkan pistol itu keatas kendi. Kendi itu jatuh dan mengeluarkan sebuah serbuk serbuk kecil berwarna putih yang mengenai pangeran asing itu " AAAHHHHH PANAS!!! SIALAN PANAS!!! Apa yang kalian lakukan! " itu teriakan dari pangeran asing yang kami ikuti dia terkena serbuk putih dari atas kendi yang kutembak. Dengan geram dia menyerang balik kami dengan serbuk bewarna hijau tapi serbuk itu tidak mengenai ku Elizabet keburu menghalangi dengan tubuh nya. " ahhh sialan mataku!! Liangfei tarik tali di atas meja itu! " Ucap Elizabeth dengan kesakitan mata nya terkena serbuk hijau itu,, Aku bergegas menarik tali yang ada dimeja dan seketika lonceng istana berbunyi kencang. " Elizabeth!!! Kamu tidak papa??? Ya tuhan Matamu mengeluarkan darah!! " Tanya ku khawatir. " its oke liangfei.... mari kita urus maniak satu ini dulu " balasnya. " Terkutuk lah kamu nona Elizabeth!! Kamu menghancurkan rencana ku!! Aku akan membunuhmu!!! " Teriak pangeran itu. Aku dengan geram menonjok wajah nya dengan gagang pistol. " Cukup liangfei racun di tubuh nya bisa mengenai mu nanti " ujar Elizabeth menarik ku yang ingin menonjok nya sekali lagi. Dari luar gudang kami berdua mendengar suara derapan kaki ke arah kami itu derapan kaki yang sangat ramai, pintu gudang pun di dobrak dengan kencang dan seorang selir berlari ke arah pangeran itu " wu!! Anakku wu!! Ada apa dengan mu... Kalian berdua apa yang kalian lakukan!!! " teriak seorang selir itu selir Yun yang pernah mencari masalah dengan kami. " Kakak Elizabeth tuan liangfei ada apa ini?? Ya Tuhan kak matamu!! Kenapa dengan matamu?!" sahut pangeran Yan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN