episode 15 lanjutan

995 Kata
" ada apa ini nona Elizabeth! " Ucap sang ratu yang masuk dan menuju ke arah kami. " Maafkan aku membuat keributan tapi aku sedang mencoba menangkap pembunuh " jawab Elizabeth " Siapa yang kamu bilang pembunuh wanita sialan!! Anakku wu bukan pembunuh " teriak selir Yun. " nona Elizabeth! Kamu pasti tau konsekuensi jika menuduh pangeran ceritakan apa yang kamu maksud " ujar sang raja. " Aku tau raja... Tolong kalian dengarkan ini baik baik.. Pangeran wu ini sudah melakukan pembunuhan 4 kali 3 berhasil dan 1 nya gagal tapi orang itu tidak akan hidup lama.... Korban pertama anak pedagang perempuan kota kerjaan lain dia membunuh nya karena perempuan itu tidak mau berhubungan badan dengan nya,, korban kedua seorang bangsawan wanita kota yang sama dengan korban pertama dan alasan pembunuhan yang sama juga.... Dan korban ketiga dan keempat ini dapat memicu pertengkaran " ucap Elizabeth. " Apa maksudmu memicu pertengkaran!! " Tanya selir Yun dengan emosi yang meledak-ledak " biarkan aku selesaikan ucapan ku!!Korban ketiga adalah pejabat kerjaan lain... Ya selir Yun anak mu membunuh seorang pejabat penting kerajaan lain sangat penting hingga menjadi kepercayaan raja tetangga, hanya karena dia telah mengetahui rahasia besar pangeran wu dan korban keempat... Seorang wanita lemah tunangan pangeran Lee nona Mulan betapa kejam nya anakmu itu hanya karena iri dengan pangeran Lee dia mencoba membunuh tunangan nya yang tidak mengerti apa-apa " ucap Elizabeth menjelaskan. Saat Elizabeth berbicara pangeran wu hanya menggerutu dan terus mengucapkan sumpah serapah pada Elizabeth Seketika Mendengar ucapan Elizabeth kami semua yang ada diruangan diam dan tidak bisa berkata apapun sangking kaget nya, aku tidak menyangka dibalik wajah nya yang polos tersembunyi sebuah kekejaman. Terkejutan kami tidak sampai disitu tiba tiba saja Pangeran Lee melompat dan menarik pedangnya ke arah pangeran wu, Elizabeth yang melihat itu menghalangi pedang nya dan alhasil pedangnya menancap di pundak kanan nya. " Elizabeth!!! " Teriakku menghampirinya " Nona Elizabeth kenapa kamu menghalangi ku!! " Ucap pangeran Lee. " Jangan membunuh nya pangeran Lee jika kamu membunuhnya kamu memberikan dia hukuman yang ringan... Orang seperti itu tidak pantas diberikan hukuman yang begitu ringan biarkan dia dihukum sesuai peraturan kerajaan " jawab Elizabeth tertatih-tatih. Entah kesialan apa yang menimpa Elizabeth mata nya sudah berdarah dan sekarang pundak nya juga ikut tertusuk. " Aku setuju dengan mu nona Elizabeth.. anakku Lee jangan membunuhnya biarkan peraturan istana yang akan menghukum nya " balas sang ratu menenangi pangeran Lee yang begitu emosi. " Tidak ratu kumohon berikan keringanan untuk anakku dia...dia pasti khilaf..raja kumohon bantu anak mu.. " pinta selir Yun. Aku yang mendengar ucapan nya begitu jijik khilaf dari mana jelas jelas anak nya membunuh 4 orang dengan kejam, semua orang seperti nya juga setuju dengan pendapat ku. " TIDAK TAHU MALU KAMU SELIR YUN! BISA BISANYA KAMU BILANG ANAK MU ITU KHILAF.... SUNGGUH AKU TERLALU BERDOSA MEMANJAKAN ANAK MU ITU...KAMU TAU JIKA RAJA TETANGGA TAU PEJABAT NYA DIBUNUH PASTI AKAN TERJADI SEBUAH PEPERANGAN!!! PIKIRKAN ITU SELIR YUN JANGAN HANYA MEMIKIRKAN DIRIMU DAN ANAKMU... PENGAWAL!!! PASUNG PANGERAN WU DIGERBANG ISTANA BIARKAN RAKYAT TAU KELAKUAN HINA NYA DAN BERIKAN DIA MINUM TAPI JANGAN BERIKAN DIA MAKAN BIARKAN DIA MATI PERLAHAN!! " Ucap sang raja. Mengerikan Sungguh mengerikan ini pertama kali nya aku mendengar raja yang marah hukuman yang raja berikan benar benar kejam tapi itu sepadan dengan kekejaman yang pangeran wu lakukan. " Ayahanda kumohon berikan aku keringanan sungguh benar kata ibu aku khilaf ayah.. aku janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi " jawab pangeran wu memohon. Pangeran long yang juga ada disana ikut terbakar emosi dia menampar pipi adik nya dengan keras hingga membuat pangeran wu tersungkur di ikuti dengan pangeran Yan dan pangeran lain nya yang juga ikut terbakar emosi dan ikut menampar nya sungguh penghinaan yang sangat memalukan. " Cukup sampai disini! Dan kamu selir Yun aku menghukum mu untuk tinggal di istana dingin selama 5 bulan ini juga kesalahan mu tidak mengawasi anak dengan baik! " Tambah sang ratu. Setelah ucapan sang ratu pengawal datang menggeret pangeran wu untuk di pasung begitu pula dengan selir Yun yang langsung dibawa menunju istana dingin. Setelah itu kami semua dibubarkan hari ini aku dan Elizabeth terpaksa menginap di istana,, raja dan ratu tidak mengizinkan kami berdua pulang itu karena mata dan pundak Elizabeth yang semakin parah membuat mereka khawatir. " Nona Elizabeth aku minta maaf sungguh aku tidak bermaksud melukai mu " ujar pangeran Lee dengan sangat menyesal. " Kakak Elizabeth aku juga minta maaf tidak menjaga mu dengan baik " ucap pangeran Yan " Aku juga minta maaf nona Elizabeth karena acara ku kamu jadi terkena tragedi malang ini " tambah pangeran long. " Sudahlah ini bukan salah kalian... Sekarang bisa obati lukaku aku bisa mati jika terlalu lama disini " balas Elizabeth. Darah Elizabeth terus keluar dari mata dan pundaknya membuat nya sangat lemas hingga Pangeran Lee harus menggendong nya menuju tabib istana. Dikuti oleh aku, pangeran Yan dan pangeran long yang sama sama khawatir. Aku tidak berbohong waktu itu wajah Elizabeth sangat pucat darah yang paling banyak keluar adalah dari matanya sungguh mengerikan. Kami sampai di kediaman tabib istana untung saja kediaman tabib masih berada di lingkungan istana tidak begitu memakan waktu yang lama. Segera Elizabeth di obati oleh tabib,, Elizabeth juga sudah keburu pingsan saat kami sampai disana " kalian terlalu lama membawa nya kemari darah nya keburu keluar terlalu banyak " ujar sang tabib. " Kalo begitu tunggu apalagi cepat obati dia! " Balas pangeran Lee. Kami semua di minta menunggu diluar oleh tabib,, tapi saat aku ingin keluar Elizabeth bangun dan menarik baju ku dia tidak mengizinkan aku untuk keluar. " Tetap disini liangfei... Aku butuh bantuan mu... Tolong tekan nadi di tangan kiri ku sampai tabib selesai mengobati " ucap nya dengan pelan. Aku mengikuti perkataan nya tabib juga tidak keberatan jika aku menemani Elizabeth selama aku tidak menggangu nya. Selama tabib melakukan pengobatan pada Elizabeth aku terus menekan nadi di tangan kiri Elizabeth aku tidak tau kenapa Elizabeth menyuruh ku melakukan itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN