Pov : Gaza Ais dan teman perempuannya masuk kamar. Entah apa yang mereka bicarakan. Wajar jika dia marah, aku memnag salah. Aku tahu sebaiknya memang Andah tak ada di sini untuk menghormatinya. Sekalipun aku belum mencintai Aisyah, tapi tak ada niat sedikit pun di hati untuk menceraikannya. Aku masih terus berusaha melupakan Rania. Jika sudah berhasil, aku yakin cinta untuk Aisyah juga akan mulai menyapa. Aku sudah meminta Andah pulang, tapi tetap saja dia duduk santai di teras. Lagipula, ngapain dia di Jogja? Jika memang sekadar mencariku, baiknya memang kuminta dia balik ke Jakarta. Aku nggak tenang jika perempuan satu itu masih berada di kota ini. Entahlah. Sejak kejadian video Rania itu, aku tak ingin terlalu intens dengannya. Kepercayaanku runtuh begitu saja. Meski kini aku masi

