Bab 34

1665 Kata

Outlet yang kubangun dari nol itu pun terbakar habis. Begitu lah kisah usahaku yang baru mulai merangkak naik. Entah lah ... ini salah satu ujian terberat pasca menikah. Saat aku baru saja mengenyam setitik pujian dari umi, ternyata DIA pun menguji lagi dan lagi. Pikiranku mendadak kacau, akan tetapi di depan Rania aku pura-pura tetap tersenyum, seolah tak terjadi apa-apa. Menganggap semua yang terjadi hal yang sangat biasa. Meski rasanya hatiku porak poranda. Rania baru saja merasa nyaman dan begitu menikmati kehamilannya. Tak mungkin aku tega membuatnya ikut bingung dengan kebingungan ini. Bulan-bulan lalu dia begitu kepayahan dengan mual dan mabuk berat, biar lah kini dia merasa bahagia. Akan kusimpan sendiri kebingungan ini, tak akan kubagi padanya. Kupejamkan mata sebentar untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN