Kabar dari Haris soal gantungan kunci mas Gaza cukup membuatku bertanya-tanya. Jika memang dia hanya sekadar ingin melihat dan menenangkanku saat itu, kenapa kemarin dia tak menemuiku? Hanya ada abah dan mas Alif di sana yang masih terus memberikan semangat padaku detik itu, sedangkan mas Gaza tak pernah terlihat batang hidungnya. Tapi ... Jika memang mas Gaza yang melakukannya, untuk apa? Apa dia masih tak rela jika aku bahagia bersama Rania? Bukan kah ummi bilang mas Gaza sudah ikhlas menerima perjodohan dari ummi? Tak mungkin juga dia secemburu itu apalagi tega mencelakakan saudara kembar sendiri. Benar-benar tak masuk akal. Kupejamkan mata sejenak, menikmati semilir angin yang menerpa wajah. Aku sengaja tiduran di teras dengan beralaskan tikar, kantuk pun mulai mendera. Apalagi me

