Periksa Kandungan

1119 Kata

Jessica yang terpaku di kamar mandi, jantungnya berdebar kencang, menggantung pada sebatang alat tes kehamilan (test pack) yang ia genggam erat. Ia memejamkan mata, memohon dalam hati agar dua garis merah, simbol keajaiban, segera muncul. Saat ia membuka mata dan memfokuskan pandangan, nafasnya tercekat. Hanya satu garis yang terpampang. "Tidak mungkin! Pasti ada yang salah," bisiknya, suaranya tercekat oleh rasa kecewa yang menusuk. Ia menggoyang-goyangkan stik plastik itu dengan gerakan tak percaya, seolah ingin memaksakan garis kedua itu hadir. Logikanya berteriak menolak hasil itu. "Aku yakin sekali malam itu tiba masa ovulasiku! Ini pasti alatnya yang rusak!" Air matanya mulai menggenang. Rasa putus asa keluar dari bibirnya saat ia memegangi keningnya yang mulai terasa pusing.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN