Foto test pack dengan dua garis biru terang menyala di layar ponsel Jonathan, memantulkan bayangan keruh di matanya. Rona wajahnya bukan sekadar datar, melainkan ekspresi dingin syarat ketidak sukaan. “Aku tidak menginginkan anak itu. Sebaiknya kau gugurkan saja,” ucap Jonathan datar, suaranya sedingin es. “Apa maksudmu, Jo? Kau ingin aku membunuh anakmu sendiri? Kau gila!” Di ujung sana, Jessica menjerit. Suaranya lantang. Jonathan berbalik, memunggungi jendela. “Sejak awal, aku sudah bilang. Aku tidak menginginkannya, kau yang menjebakku,” balas Jonathan tanpa sedikit pun nada penyesalan. “Tapi ini anakmu, Jo! Darah dagingmu!” Jessica memohon, nada suaranya mulai bergetar antara marah dan terluka. “Kalau kau keras kepala dan tetap melahirkannya, jangan pernah berharap aku akan mener

