Obat Kuat

1288 Kata

Ayu buru-buru berbalik, tubuhnya menghalangi pandangan langsung Raka ke Jonathan. “Terima kasih sudah mengantar saya, Tuan Jo,” ucap Ayu, suaranya terdengar terlalu nyaring, jelas dipaksakan. Jonathan tidak menjawab. Matanya yang dingin terkunci pada Raka. Kedua pria itu saling menantang dalam keheningan, sorot mata mereka adalah pedang yang beradu di udara, menciptakan ketegangan yang menyesakkan. Ayu bergeser sedikit, berupaya memecah fokus Raka. “Aku beberapa hari menjaga Bude, Mas. Dan hari ini aku diantar pulang Tuan Jonathan,” jelas Ayu, nafasnya tertahan. “Oh … begitu ya?” jawab Raka. Ia tidak menoleh ke Ayu. Matanya yang tajam sedikit pun tidak lepas dari Jonathan. Raka maju selangkah, senyum tipis dan berbahaya muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih, sudah mengantar calon a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN