Ayu kembali ke kamar Bude Sri. Begitu melewati ambang pintu, matanya langsung tertumbuk pada sosok Bude yang sudah duduk di ranjang. Wajah Bude Sri sembab, namun yang paling mencolok adalah ekspresi kemarahan yang membara, menatap tajam ke arahnya. “Bude?” Ayu tersentak kaget. Gerakannya mendadak kikuk, tangan kanannya refleks terangkat, berusaha menyembunyikan jejak gairah Jonathan yang terasa panas dan memerah di lehernya. Tanpa berkata apa-apa, Bude Sri bangkit, menutup pintu kamar dengan bunyi 'klik' yang tegas seolah memutus dunia luar. Ia melangkah mendekati Ayu dengan sorot mata mengintimidasi. “Apa yang sedang kau tutupi?” tanya Bude Sri, suaranya dalam dan tertahan. Ayu semakin tercengang, otaknya kalut mencari jawaban. “Ti-tidak ada, Bude.” Dengan gerakan kasar dan cepat, Bu

