"Aku grogi, Ya." "Mau saya temani naik panggungnya?" tanya Naya sembari mengulum senyum. Menggoda sang pria. Perempuan itu sedang menata rambut Laksa. Memberi sedikit gel, agar tampilan suaminya terlihat lebih segar. "Aku grogi ujiannya. Grogi kalau nggak lulus. Untuk apa aku takut sama manusia? Di panggung 'kan tinggal pelantikan aja." Naya semakin mendekat. Lantas, memeluk kepala Laksa, tepat di depan kandungan sang istri yang sedang menunggu masa-masa melahirkan. Jemari Naya tak bisa menepuk punggung si suami. Takut sisa gel yang masih melekat, justru akan mengotori baju koko Laksa. Pelukan Naya seperti ini, yang selalu Laksa rindukan. Seperti ada dua orang penyemangat sedang mendekapnya bersama. Naya dan si bayi. Apalagi, jika muka Laksa terkena tonjok dari dalam perut. Senangnya

