"Saya selaku perwakilan orang tua para santri ... " Naya tersenyum, melirik sang suami di bangku penonton sebentar, lalu menunduk lagi. Membaca contekan yang ia letakkan di meja podium. " ... sekaligus istri salah seorang santri, berbangga hati. Tak bisa kami ungkapkan dengan apapun." "Tapi jika boleh kami ibaratkan, kalian adalah hujan deras yang turun di pagi mendung. Mungkin, bertitik-titik embun segar, bagi kami para ibu ... dan istri, ketika mengiringi kalian mengejar apa yang kalian cita-citakan." "Tapi rasa ini, lebih dari itu. Cita-cita kalian tak hanya dunia. Tapi ... juga surga. Dan rasanya, tak cukup jika kami mengibaratkan kalian hanya sebagai setitik embun pagi." "Kalian hujan deras yang membasahi iman kami yang tandus. Kalian hujan deras yang mengaliri sungai dakwah y

