60. SHINKANSEN BULLET TRAIN

1403 Kata

Menyusuri jalanan yang hampir tiap hari ribuan orang tapaki di negeri sakura ini, Ibrahim tidak ragu-ragu lagi menggandeng tangan sang istri. Sesekali mendekap bahu, jika Atiya terlewat ketinggalan langkah. Hingga Atiya kerap membelalak, menerima manuver si gunung es, yang perlahan mencair. Orang-orang pasti memandang mereka bagai dua insan sedang dilanda kasmaran. Bukan karena mau menunjukkan pada Uma, jika pernikahan tanpa landasan pacaran lebih dulu, adalah pernikahan yang gagal. Membuat Ibrahim menderita. Tidak. Tidak ada yang akan menderita, usai menyempurnakan separuh agama, jika kedua belah pihak menerima dengan keikhlasan. Mencintai pasangan ... karena Allah. Sejak dulu, Ibrahim berkoar-koar pada Uma hingga mulut berbusa. Jika sudah waktunya menikah, dan tiba calon yang cocok, I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN