"Mau kamu kemanain Gibran? Dia masih calon suamimu." Ibrahim langsung memuntahkan berton-ton lahar amarahnya, begitu Nenek Sukma dan Bude Rustini masuk ke kamar masing-masing. Om Kris menyewa satu buah rumah besar berkapasitas 5 kamar, dengan masing-masing kamar mandi dalam, ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Rumah sewa tak jauh dari Universitas of Tokyo ini, juga mendapat fasilitas tukang bersih-bersih yang akan datang tiap siang hari. Kris memilihnya, lantaran dekat dengan rumah sewa Uma sebelumnya. Dan kini, mereka berkumpul di ruang keluarga masih dengan pakaian yang mereka kenakan selama 12 jam perjalanan. Ibrahim tak tahan lagi. Ia pemangku tanggung jawab terbesar semua tingkah adiknya. Jadi untuk kesalahan, harus Ibrahim sendirilah yang turun pertama kali membenarkan Kusuma

