57. PENUMPANG PESAWAT

1145 Kata

"Kamu sekongkol ya sama Uma?" Pertanyaan Ibrahim memicu Atiya membelalakkan mata lentiknya. Beberapa hari terakhir, interaksi di antara keduanya sama sekali tidak ada perkembangan yang signifikan. Walaupun kenyataannya, takdir Allah akhirnya mendekatkan mereka, melalui tangan Uma dan sekelompok tim solid Gunung Jati. Dalam perjalanan Yogyakarta-Tokyo, mereka duduk berdampingan. Atiya serasa kekurangan oksigen di ketinggian 35 ribu kaki. Debar jantungnya tak pernah surut, sejak beberapa hari lalu. Tetap di batas maksimal frekuensi jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Meski bangku duduk pesawat kelas bisnis lumayan berjarak, tak mengurangi kecanggungan Atiya pada Ibrahim Ramadan. "En-enggak," jujur Atiya. Ibrahim berdecak. Ia masih belum bisa mempercayai kenyataan yang terjadi pada hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN