KTA'S 46 - Fight Heart

2023 Kata

"Lagipula kita memang teman," tambah Nanta. Laisa memberengut. Namun sati ide yang melintas dalam kepala membuat segaris lengkung bibirnya tertarik ke atas membentuk seulas senyuman manis, hingga menampakkan sabit di kedua pipinya. "Teman hidup," ungkapnya. "Ah." Nanta menghela napas lalu geleng-geleng kepala. "Berhubung setiap makhluk hidup memiliki ranah sosial, mungkin istilah itu cukup cocok," ujarnya membuat wajah gadis di hadapannya kembali memberengut. Nanta tertawa pelan lalu duduk pada kursi kayu panjang di tepi koridor dan menyandarkan tubuhnya yang berpeluh dengan tangan menyangga bahu pada sandaran lengan kursi. Mencari posisi senyaman mungkin. Lalu merapatkan sepasang kelopak mata tanpa menghiraukan sosok Laisa yang ikut mendaratkan bokongnya tepat di samping. Tatapan Lais

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN