KTA'S 31 - Come On

2105 Kata

Nanta segera menggeleng. "Jadi?" Lavanya mengernyit dalam. Sejenak Nanta mengambil jeda untuk memberikan ruang di kepalanya agar mampu berpikir lebih jernih. "Lupain aja. Nggak penting," ucapnya kemudian. Membiarkan gadis yang kini berada di sampingnya tertegun seraya menatap Nanta dengan pandangan penuh tanda tanya. "Sebaiknya lo jelasin dengan maksud kata-kata lo tadi," pintanya enggan dibantah. Namun laki-laki itu hanya menolehkan kepalanya sekilas sebelum kembali menatap cahaya di kerendahan sana. Lavanya mendesah gemas. "Permintaan gue sesederhana itu dan lo nggak bisa mempertanggungjawabkan omongan lo tadi," gerutunya. Nanta terdiam. Perlahan ia menolehkan wajahnya ke arah Lavanya dengan dramatis. Lalu menelengkan kepalanya seraya menatap mata coklat gelap yang kemudian berhasil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN