Kedua netranya menyimak perempuan yang kini tengah duduk dengan satu tangan yang hanya bergerak memutar-mutar cangkir kopi. “Kopi buatan Bang Johan nggak ada duanya,” ucap Teddy setelah sekian menit memilih hening yang menggantikan setiap bait katanya untuk berdialog. Tiffany terkekeh pelan. “Ya, karena yang Bang Johan bikin buat gue cuma satu cangkir,” balasnya. Teddy sontak berdecak kagum. “Cerdas,” komentarnya. Tiffany melirikkan sepasang bola matanya ke arah Teddy dan tetap mengembangkan kedua sudut bibirnya membentuk senyuman manis. “Pantes aja lo pesan kopi hitam nggak pake gula,” ujar Teddy lagi yang tampak tidak mengenal jenuh untuk selalu menyimak cara perempuan di hadapannya mengembangkan sepasang bibirnya. “Kenapa emangnya?” tanya Tiffany mengangkat sebelah alisnya. “Lo u

