KTA'S 23 - Can't Go

2193 Kata

Pukul tiga tepat, suara petikan gitar menghilang dibarengi dengan sosok Tiffany yang masuk seraya mengulurkan tangannya. Sementara tangannya yang lain tampak berkacak pinggang, dengan menatap lurus pada lelaki yang dapat ia duga mulai memiliki hobi duduk di pojokan. Sambil melamun dan bernyanyi-nyanyi kecil. "Mana?" Gadis itu menagih yang telah Nanta janjikan. "Apa?" Nanta mengangkat wajah lalu mengernyit. "LPJ kegiatan bulan lalu. Udah lo rampungin kan, sisanya?" sahut Tiffany berusaha tetap sabar. "Oh." Bibir Nanta membentuk huruf o. Tubuhnya mulai beringsut dari bangku anyam panjang yang sedang ia tempati. Kemudian berdiri dan memungut lembaran kertas yang sudah ia susun dengan rapi. "Udah. Tinggal minta tanda tangan keplak, ketum sama wadek," jelasnya sembari memberikan berkas-ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN