KTA’S 78 – Secrets

2220 Kata

Malam tak pernah sama. Seperti bintang selalu berpindah sesuai rotasi di sekitar sumbunya. Dan sepasang kaki Nanta berhenti tepat di atas hamparan sehelai kain persegi yang sejak tadi menunggunya untuk berlutut menyerahkan diri pada Pemilik Semesta. Juga bulan di atas sana yang masih setia menyaksikan sepasang tangannya yang terayun lalu mendekap seraya menyebut nama Tuhan. Sementara ia tak pernah benar-benar tahu mengenai bagaimana cara menyebut nama Tuhan dengan benar; memuja-Nya dengan sebaik-baiknya pujian; memuji Tuhan dengan sebaik-baiknya nama. Yang ia tahu hanya satu dan sebatas bahwa ia ingin kembali. Ingin didekap Tuhan tanpa harus melepaskan pijakannya pada pelataran bumi yang belum usai ia semai dengan sepasang jejaknya. Dan ia merendah; mengendus tanah yang tak pernah ia jump

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN