KTA'S 104 - Choice Decision

1612 Kata

Andi terduduk lemas lantas menyandarkan tubuhnya yang letih pada dinding yang merambatkan dingin ke sekujur punggung. Ia menghela berat mengingat bagaimana cara Nanta terlelap dengan begitu saja. Seolah benar-benar merindukan damai yang telah lama tak tersemat di benaknya yang  penuh oleh riuh gemuruh badai. Sementara kedua maniknya tertuju lurus pada atap berlapiskan cat coklat dengan pernis mengilat. Dan hening yang lantas membuat tubuhnya memilih geming. Meski terdengar ketukan langkah dari sepasang kaki yang kian mendekat. Ia memilih merunduk menatap lantai kosong. “Istirahat, Bang. Jangan terlalu dipaksakan,” ucap Teddy lantas mendaratkan kedua pantatnya tepat pada tempat duduk samping Andi. Andi terkekeh pelan. Lantas menganggukkan kepala dengan singkat seraya menjulurkan satu tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN