Lavanya duduk seolah menjelma setangkai bunga untuk menemaninya, berdiam diri di antara pepohonan pinus yang mengembuskan udara sejuk dari sela-sela dedaunan. Lantas memberi wewangian dari mekar kembang di pagi menjelang siang. Namun gadis itu menyodorkan satu buah kelapa muda bakar dengan kepul hangat asap di atasnya. "Nih minum, buat meningkatkan daya tahan tubuh. Lo kan tidur cuma tiga jam," katanya seakan meminta Nanta untuk berpaling dari panorama nun jauh di bawah sana. Nanta beringsut menguraikan lututnya yang ia lipat oleh kedua tangan yang saling tertaut, lalu menerima kelapa muda bakar itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. "Nan." Lavanya memanggil, bibirnya terkulum lembut lantas tersenyum simpul. "Ada yang mau lo ceritain ke gue? Gue siap dengerin kok," ujarnya tulus. Ia me

