Panji turut menebarkan senyum manisnya di antara obrolan-obrolan ringan yang hangat. Seperti saling bertanya kabar dan kegiatan apa saja yang sedang ditekuni, barangkali minat untuk bergabung. Sementara Hans sendiri lekas pergi menghampiri Tiffany yang tampak melangkahkan sepasang kakinya mendekat latas dengan senang hati membantu untuk mendirikan tenda untuk bermalam di atas bukit yang dingin itu. Panji menepuk-nepuk pundak Adi saat menyadari sesuatu yang kurang dan sukses membuat dahinya berlipat penuh tanya. “Lo liat Nanta?” tanyanya pada Adi yang dibalas gelengan kepala seraya berkata, “Lagi ke toilet kali, Bang. Soalnya tadi dia ijin pergi ke toilet.” Kepala Panji mengangguk meski raganya gegas mengayun pergi menjauhi kerumunan hangat yang mulai diselingi obrolan berat. Lekas mening

