KTA'S 111 - Question Mark

1205 Kata

Nanta memejamkan matanya yang berat lantas menghirup aroma tubuh Handara dalam-dalam. Ia pun rindu pada masa silam dulu. Di mana Ibu masih suka merajut hingga fajar tampak menyingsing hanya untuk membuatkan mantel wol bagi si kecil Doni, atau Bapak yang setidaknya masih mengenali jalan pulang ke rumah dan ikut duduk melingkar ketika makan malam meski tak berkata apa-apa dan hanya ada sendok serta garpu yang saling beradu seolah mengganti dialog yang memilih hening. Ia melonggarkan pelukan dan menatap Handara yang masih termangu  bersama tatapan kosong. “Mas,” panggil Nanta yang tak mendapatkan balasan apa pun dari sang kakak. Ia menarik napas pelan. “Aku pamit untuk dua atau tiga minggu ke depan untuk mengikuti acara konverensi pers di Rusia seperti yang Mas Handara minta,” lanjutnya kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN