Stevan terkejut saat merasakan sentuhan tangan Naomi. Segera menoleh ke arah perempuan yang sedang duduk di belakang pintu kamar dengan mengenakan setelan baju dinas malam. "E ... ka—kamu sedang apa di situ?" tanya Stevan gugup. "Menunggu kamu," jawab Naomi jujur. "Un—tuk apa?" Stevan menggaruk ujung alisnya padahal tidak ada yang gatal. Naomi terdiam saat mendengar respon Stevan. Ia pun memilih untuk tidak lagi meneruskan pembicaraan. "Aku mau istirahat dulu. Kamu tidak tidur?" tanya Stevan seraya terus berjalan menjauhi Naomi. "Hmm ... ini juga mau tidur." Wajah Naomi mulai kehilangan ekspresi. "Mau aku bantu?" tawar Stevan. "Tidak perlu. Aku bisa sendiri." Naomi turun dari kursi meja riasnya lalu mulai mengesot di lantai seperti bayi yang belum bisa berjalan. Sehingga membuat ha

