TPM 047 || GONE

1989 Kata

Leonardo menatap nanar pintu ruangan Florence, pria itu menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang bergetar. "Apa yang kau katakan benar, Flo. Aku pembunuh," lirih Leonardo dengan menatap tangannya yang bergetar. Sementara di dalam ruangan, Florence seakan benar-benar kehilangan dunianya. Wanita itu sama sekali tak berucap, ia hanya mampu menangis dan menangis. Cathrine yang berada tepat di samping Florence pun ikut menitikkan air matanya seraya membelai surai Florence. "Kau harus kuat," bisik Cathrine. Florence tak menanggapi ucapan Cathrine, ia seakan benar benar hanya mampu mengunci mulutnya rapat-rapat. Tabitha melepaskan pelukan Arthur dan berjalan mendekati Florence. "Mommy tau apa yang sudah dilakukan Leonardo sangat keji terhadap mu ataupun bayi kalian. Namun Flo,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN