Arthur kembali melirikkan matanya ke arah Leonardo yang memeluk lututnya erat. Pria yang sudah tak lagi muda itu dengan cepat menarik kerah kemeja Leonardo dan menghentakkan tubuh itu ke dinding. "PUAS KAU! PUAS KAU TELAH MENGAMBIL APA YANG PALING BERHARGA UNTUKNYA!" sentak Arthur tepat di depan wajah Leonardo. "Arthur." Tabitha melirih dan kembali mendekati suaminya. "KAU SANGAT KURANG AJAR! KAU LEBIH MENJIJIKKAN DARI PADA BINATANG! DADDY TAK PAHAM MENGAPA DADDY PUNYA ANAK SEPERTI DIRIMU LEONARDO!" sentak Arthur lagi semakin menekan tubuh Leonardo bahkan tangan kanan Arthur sudah mencengkeram erat leher pria itu. "Arthur, jangan ku mohon..." Lirihan Tabitha kembali terdengar di telinga Arthur. Perlahan cengkeraman tangan Arthur melemah, ia melepaskan putranya hingga tubuh Leonardo l

