Leonardo keluar dari dalam mobilnya dan menjalankan kakinya memasuki ruang bawah tanah dari sebuah club ternama. Pria itu membuka pintu baja dan menatap beberapa temannya yang sudah tersenyum miring menyambut kedatangan Leonardo. "Kau akan bertarung malam ini?" "Ya," balas Leonardo melepas kancing jasnya. "Ayo ikut aku, kita akan bersiap." Leonardo mengangguk dan mengikuti langkah kaki temannya menuju salah satu ruangan tempat latihan tarung. Ya, saat ini Leonardo tengah berada di tempat tinju ilegal terbesar di New York. Pria itu ingin menyalurkan kekesalannya setidaknya ia ingin mengantarkan dua atau tiga orang menuju kematian agar ia merasa puas. "Steve," panggil Leonardo pada temannya yang tengah menyiapkan pakaian tinju untuk dipakai Leonardo. "Ya, kau pakailah ini." Leonardo me

