TPM 52 || ATTACK

2026 Kata

Leonardo berdiri di depan pintu kamarnya, ia menghembuskan napasnya kasar. Tak lama ia mendapat tepukan kasar di bahunya. "Kenapa?" Leonardo membalikkan tubuhnya, ia tatap manik biru terang milik Arthur. "Daddy?" "Ya? Kenapa diam disini?" "A-Aku, tak apa." "Bohong sekali." "Daddy." "Kau takut pada Florence?" "Em, tidak," jawab Leonardo gugup. "Putra yang payah," rutuk Arthur. "Minggir!" tepis Arthur meminggirkan tubuh Leonardo dengan kasar. Kini Arthur berdiri tepat di depan pintu kamar Florence. Ia menatap sekilas pada Leonardo. "Bodoh!" Arthur menatap penuh ejekan pada putranya. Tok ... Tok ... Tok ... Arthur mengetuk pintu tiga kali, dan dalam sepersekian detik pintu dibuka. Menampilkan Florence dengan raut kebingungan. "Ada apa Dad?" tanya Florence lembut. Arthur menarik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN