Florence menatap kepergian suaminya, punggung suaminya yang mulai menjauh dan ditelan oleh pintu, Florence menatap sekilas pada ponselnya yang berdering. Wanita itu mengangkat panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, ia mengernyitkan dahinya lalu tetap meletakkan ponsel itu di telinga kanannya. "Halo?" "Hai, Cia." Florence menegang kaku di tempatnya saat ini, suara jernih dari ujung telepon membuatnya kembali teringat akan sosok Edward, dan panggilan khas yang diberikan pria itu benar-benar mengganggu Florence. Florence langsung memperbaiki posisi duduknya, menelan salivanya susah payah lalu kembali menghela napasnya lembut. "Edward?" "Ya, Cia. Ini aku Edward," ucap suara itu dengan nada girangnya. "Dari mana kau dapat nomorku?" "Temanmu yang memberikannya." "Siapa?" "Yang

