"Baiklah," jawab Florence dengan anggukan kecil. Leonardo langsung tersenyum bahagia, ia ingin sekali kembali merengkuh tubuh Florence, namun ia sadar. Kesalahannya terlalu besar, dan ini adalah masa renggangnya dengan Florence. Leonardo akan memberikan wanita itu waktu untuk menenangkan dirinya sebelum kembali menerimanya di dalam hidupnya kembali. Leonardo kembali menurunkan penglihatannya pada Alaizya. Ia kecup lembut puncak kepala bayi itu, lalu jarinya ia ulurkan untuk membelai dahi bayinya sayang. "Maafkan Daddy, Daddy berjanji akan menjagamu," tutur Leonardo penuh keyakinan. "Jadi kapan kalian akan menikah lagi?" Sontak saja ucapan Arthur berhasil membuat Leonardo maupun Florence terhenyak. Mereka berdua sama-sama menatap Arthur tanpa berkedip. "Ayolah, ini sudah cukup lama mem

