Kehidupan Wulan yang normal

1332 Kata

Suara sirene mobil ambulance masih terngiang di kuping Wulan, disertai isak tangis duka dan kesedihan taburan bunga menutupi gundukan tanah berbatu nisan itu. “Selamat jalan Sinta, semoga kamu tenang di sana,” ucap Indra. Tiara masih terisak menangis di pelukan Ibunya sembari memeluk bingkai foto Sinta, rasa terpukul teramat dalam dirasakan Tiara kedua sahabatnya kini sudah tiada. Usai acara pemakaman yang telah dilakukan semua pelayat meninggalkan tempat pemakaman satu persatu, tetapi tidak dengan Wulan, Indra, dan juga Kinno mereka duduk merenung di samping nisan Sinta. “Aku menyesal kenapa saat itu kita langsung pulang, tidak tinggal lebih lama di sana,” ucap Indra. “Kamu jangan bilang seperti itu Ndra, Sinta sudah tenang di sana,” sahut Kinno. Raut penyesalan terlihat jelas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN