Melukai Diri Sendiri

1217 Kata

Malam harinya Sinta berada di dalam kamarnya sembari menahan perih luka di tangannya, rasa kesepian juga menyelimuti harinya sahabat yang biasa untuknya berbagi cerita kini tidak bisa di hubungi. Air mata tidak sengaja menetes merasakan kesepian dan juga kesakitan. “Kenapa semuanya berakhir seperti ini? Pertama Tika sekarang Tiara berakhir di rumah sakit itu,” ucapnya dengan penuh kesedihan. Sinta merasa frustrasi hingga melemparkan vas bunga ke cermin meja riasnya sehingga membuat cermin itu pecah berhamburan Sinta mengambil salah satu pecahan cermin itu dan memandanginya dengan tatapan kosong. “Lakukan! Lakukan!” bisik suara terdengar di kuping Sinta. Suara itu seakan menghipnotisnya dengan perlahan Sinta menorehkan pecahan cermin itu ke pipinya. Darah mengalir tanpa henti, Sinta h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN