40 Dermaga

1785 Kata

Langit merasa tersindir mendapati ucapan Maruna, nama Adelia yang menjadi sesuatu yang mengganjal untuk Runa, Langit lalu kembali menatapi wajah Maruna yang menunduk itu serius. “Dia hanya masa lalu saya,sama halnya dengan kamu dengan Kandra, bukan kah kita sama-sama punya masa lalu.” “Kita pak?” Maruna diam sejenak, “saya dan Kandra sudah selesai…saya sudah menguburnya walau dia masih hidup, namun bapak dan dia kebalikan dari saya--" Maruna berucap lirih diakhir kalimatnya. Bibir Langit membentuk lengkungan senyuman mengalihkan pandanganya dari Runa, “Dia sudah di kubur namun saya masih menganggapnya hidup, Maksud kamu seperti itu?” Langit menyeringai,“Saya tidak tahu apakah itu wajar atau tidak namun—“ Maruna pun mengambil tangan Langit seketika, “Jangan di bahas pak, tidak baik mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN