39 Pahit Diawal

1416 Kata

Kapal sudah meninggalkan dermaga jauh lepas kelautan luas, Maruna kembali menyandar pada tempat duduknya sekilas menatap keluar atau diam memejam mengacuhkan Langit yang tadi membuatnya terbang dan merasa tidak nyaman. “Ayo kita ke atas!” Ajak Langit pada Runa. “Ada apa di atas?” “Di sana bisa melihat lautan lebih jelas,pulau-pulau sekitar yang kita lewati, deck 2 tempatnya terbuka, mau?” Maruna memberi anggukan, meletakkan tasnya dibagasi atas dan Langit yang sudah berdiri menunggunya. Keduanya laluberjalan keluar dari tempat duduk, Runa mengikuti Langit yang membuka pintu belakang kapal itu. Seketika suasana berubah, diluar sini angin begitu kencang, suara mesin cukup kuat, air laut yang membentuk buih putih sepanjang jalur yang kapal lewati pun terlihat jelas dan tampak bagus dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN