38 Terbiasa Ada

1949 Kata

Maruna benar-benar dibuat keheranan sepanjang pagi hingga siang ini, seorang Langit menciumnya. ”Ya Tuhan apa-apaan sih ini Juleha bingung, mana berstatus janda gantung lagi!” masih terus saja terngiang pada Maruna ucapan Langit tadi sebelum berangkat meminta ditunggu saat kembali. Maruna memijat peilipisnya frustasi apakah Langit sedang berusaha memulai dan membuka pintu berlapis baja itu, tapi kenapa aku, kenapa harus bersama aku. “Bapak yakin? Munafik kan pak jika saya tidak senang, kalau ada Mas-mas baik, cakep dan mapan yang mau sama saya seperti bapak. Tentang perasaan saya bisa nyicil kalau kata ibu saya mah yang penting calonnya baikaja dulu… ya’ampun pak tapi saya tidak mau saingan sama masa lalu bapak serem deh! Bukan makhluk bernyawa, bayangin aja sudah ngga ada saja dia masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN