"Aku sendiri mulanya tak bisa mengerti ayah. Kenapa aku bisa jatuh cinta dengan Herman. Pertemuanku yang pertama dengan pemuda itu kuanggap biasa saja. Namun tanpa kuduga kami bertemu lagi. Rupanya pada pertemuan yang kedua ini dia lebih agresif. Dari sorot matanya aku dapat menangkap kejujuran hati yang dimiliki pemuda itu. Pertemuan ketiga yang juga tak diduga telah melibatkan diriku dalam ikatan janji. Dia memang seorang pemuda yang selama ini kudambakan. Tanpa mau perduli dengan kenyataan lagi, cintaku kepadanya mulai tumbuh. Dan penyebabnya tak lain karena aku membutuhkan perlindungan dan tempat untuk melepaskan deritaku. Ternyata Herman seorang kekasih yang setia. Sampai akhirnya aku tak tahan disiksa mas Wibowo dan melarikan diri dengannya." Keterangan yang cukup p

