Menangis Dalam Derita

575 Kata

Anita berusaha sekuat tenaga menahan air latanya setiap kali menjenguk Herman di penjara. Dan begitupun setiap kali dia sembahyang selalu berdoa agar semua kemelut ini segera sirna. Tak ketinggalan butiran air matanya membanjiri sejadah. Malam-malam yang dilampauinya bagaikan mencekam segenap perasaannya, bila memikirkan beban penderitaan kekasihnya. Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Anita setiap saat. Rupanya doa Anita diberi rahmat oleh yang kuasa. Hingga datanglah ayahnya ke rumah yang disertai nenek Ijah. Semula Anita merasa was-was ketika pertama kali melihat kedatangan ayahnya. Muka Anita mendadak berubah pucat dan mundur berapa langkah. Namun nenek Ijah mengembang seulas senyum pertanda tidak akan terjadi sesuatu hal apa pun. Dan mendadak ayahnya memeluk Anita erat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN