Keinginan Sang Ayah

1446 Kata

Udara panas menerobos diantara cela-cela uji besi. Penghuni di dalam kamar tahanan itu nampak tertidur pulas di lantai. Keringat membasahi mukanya yang pucat. Agaknya pemuda ini semalaman tak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Suasana di lembaga pemasyarakatan itu cukup ramai meskipun demikian tak bisa mengusik tidurnya Herman yang pulas. Pengurus lembaga mengantar Anita dan kedua orang tuanya sampai di depan kamar tahanan Herman. Ketika Anita melihat kekasihnya tidur di-lantai hampir-hampir dia ingin berteriak. Akhirnya yang bisa dilakukannya tak lain memeluk ibunya. Anita menangis terisak-isak di dalam pelukan ibunya. "Ibu... aku tak tega melihat kenyataan ini," pekik Anita. "Tabahkanlah hatimu nak." Tutur ibu Anita. Sementara Rustam memandang penuh haru. Alangkah mulia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN